Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Serius Nih

Cerita Ringkas Perkuliahanku

Kemarin aku mendapat tugas dari temennya Ichlas namanya Siti, untuk menceritakan hidupku di masa kuliah hingga bisa ke sini. Baiknya kita mulai dari mana? Hm dari kebingungan aja ye. Asli aku juga bingung kenapa bisa di sini. Dulu pun waktu diterima oleh Unpad juga bingung. Mungkin berkat doa kakakku yang pergi haji. Jadi aja keterima. Sambil mengenang masa-masa kuliah, mari kita mulai sedikit bagian kisahku.

Cerita Tentang Angin Pagi

Angin pagi sedari dulu sudah sering dicaci maki. Kata mereka Angin itu hanya mampu membuat rumput bergoyang satu mili, Bahkan menjatuhkan daun tua pun dia tak ahli. Angin itu tak berarti bagi diri ini, dia lewat pun tak terasa sampai hati. Musim hujan datang, Angin itu tak membawa senang. Hanya keburukan yang dia pinang.

.

Hari ini dia mati, sedih hati hingga nanti.

Dua hari yang lalu, Res membayangkan bagaimana bila dia meninggal dunia, meninggalkan teman-temannya sekaligus keluarganya. Res membayangkan bagaimana orang-orang bersikap pada jasadnya. Res membayangkan bagaimana suasana hati keluarganya, kekasihnya, teman-temannya. Bayangan itu sering melintas di kepalanya, terkadang malah hinggap semalam suntuk. Tidak ada alasan khusus baginya untuk membayangkan itu semua, hanya sekadar berangan-angan, melihat suatu kejadian yang dia sendiri tidak mampu melihatnya, ya tentu saja itu disebabkan karena dia sudah meninggal dunia.

Keistimewaan Ego.

Akhir-akhir ini ketika melihat tetangga depan rumah, rasanya selalu ingin membandingkan. Perihal materil dan moril. Perlu diketahui, tetangga saya itu bapaknya kerja di kapal pesiar juga, jadi Koki, ibunya ibu rumah tangga. Sedangkan di saya, bapaknya kerja di kapal pesiar perusahaan top 10 dunia, di bagian mesin, sudah 20 tahun bekerja, ibunya jadi guru sudah 30-an tahun bekerja.

Buat Bang Akbar

Dulu pas kemarin beliyaw wisuda dan sidang, saya tidak bisa menghadiri perayaannya, karena terkendala acara dan ga tau jadwal. Pengen ngasih kado atau sesuatu tapi takut kesannya apa banget. Jadi cuma ngasih ucapan canggung di dm IG aja. Yaudah tulis dikit, kelar. Tapi sebenernya banyak yang mau diobrolin. Karena, dia keren. Kwkwkwkwkw biarin ye tulisan saya yang sekarang ini rada begini.

Po

Hai Po Apa kabar? Terasa baru kemarin kita berkenalan di bangku belakang kelas kita saat 1 SD, sekarang kamu telah pergi meninggalkan kami semua. Apa kabar? Bagaimanakah keadaanmu sekarang? Apa yang kamu lihat dari sana? Bagaimana kamu melihatku? Aku sudah tidak mungkin bisa melihatmu. Kami semua tidak bisa. Aku harap kamu tenang dan bahagia di sana.

Menanggapi “Topik Semalam” Mengenai Permasalahan 30juta.

Ada seorang selebtwit yang mengatakan bahwa angka 30 juta per bulan bagi masyarakat lajang berumur 30an kelas menengah di Jakarta sudah hal biasa, kemudian dilanjutkan dengan catutan gambar list kebutuhan dengan total habis 30 juta selama sebulan. Wow.  Lalu, berlanjut pembahasan mengenai itu lebih jauh, ada beberapa wanita yang menyebutkan keinginannya mempunyai calon suami dengan gaji 30 juta/bulan, menurutnya “ya wajarlah, kebutuhan makin meningkat, perawatan juga banyak, belum lagi biaya pendidikan, ini itu, babi bube booo.” Wow. 

KONSPOROSO MOSO IYO

#Konspirasisatu Waktu dulu zaman jahiliyyah, pernah berpikir dan mengira, di dalam alam semesta ini yang sungguh besar (di dalam bintang ada beberapa planet, di dalam galaksi ada milyaran bintang, di dalam alam semesta ada milyaran galaksi. Dari total seluruh alam semesta, yang udah dijelajahi manusia baru 0,00000000021%, lautan saja baru 5%, dan dasar laut baru 1%) apakah cuma kita makhluk hidup yang ada?

Perihal Kebencian

Ibuku berfirman, bahwa nanti apa yang kita benci akan berbalik kepada diri kita sendiri. Sehabatku bersabda, bahwa nanti apa yang kita benci akan sering kita temui. Aku berkata, bahwa nanti apa yang kita benci, tanpa kita sadari ada di dalam diri. Sungguh kebencian adalah yang kembali.

Sore Hari Saat Perpisahan

Selepas berlari sore di gor Jati, aku berharap bisa pulang cepat menuju kosan dan mandi kemudian istirahat. Tetapi, di jalan pulang, aku melihat sore yang akan menjadi begitu indah. Kukeluarkan motor dari parkiran dan melihat langit yang berwarna biru muda. Biru yang bersemangat dan membawa kesan rindu; Biru yang berwibawa dan membuat haru; Biru yang selalu ada setiap pergantian sore ke malam. Aku pergi ke atas tanjakan Cinta. Di sana, aku termenung dan melihat goresan warna yang Tuhan ciptakan di langit sore, berbentur dengan siluet lebar deretan gunung di arah selatan, entah mungkin itu daerah Garut dan sekitarnya.

Anjing Tai Babi

Anjing tai babi. Ini gua lagi berhenti ngerjain skripsi. Gara-gara kesel pisang aing, anjingggg.... Bukan gara-gara revisian banyak, bukan juga gara-gara file rusak atau corrupt, bukan juga gagal sidang, anjinggggg, aing kesel gara ga bisa bikin nomer halaman yang berbeda. Sepele kan?

Ini tentang sebuah usaha mencapai kegagalan.

Ini tentang sebuah usaha mencapai kegagalan. 30 September ini saya mengikuti lomba trail running, atau lari menyusuri lembah dan bukit dengan jarak tempuh 21 kilometer, yah kira-kira sama dengan jarak Jatinangor ke Dago. Dari lebih kurang tiga bulan sebelum hari ini saya telah banyak latihan yang menurut saya cukup untuk setidaknya bisa naik ke podium. Ambisi saya untuk mencapai itu sangat besar, namun itu semua juga harus dibarengi dengan komitmen dan konsisten dalam latihan. Saya bukanlah Sangkuriang yang dalam semalam dapat membuat 999 candi, dan saya juga bukan Jendral Diktator yang dalam semalam memusnahkan 6 orang penting di negaranya. Harapan saya untuk menempati podium amat sangat besar. Tetapi saya tidak menyadari kebodohan yang selama ini membuntuti saya ketika berlari.

ona ono

Aku adalah bagian dari orang-orang yang tidak memiliki keluarga atau kerabat dekat. Karena bagiku kedekatan adalah laknat yang menjadikan betah terhadap suatu hal yang sebenarnya tidak kita sukai kemudian menjadikan kita suka.

apa kiranya

Apa yang hendak dilakukan seorang pria bila dia telah mengecewakan ratusan wanita, tidak, bukan hanya para wanita itu, tetapi juga dirinya sendiri. Pria itu telah mengecewakan dirinya sendiri. Kemudian dia mengurung diri dalam ruang persegi 3x2,5 meter, merenung memikirkan hal-hal yang belum terjadi dan tentang kemungkinan-kemungkinan kejadian di masa depan.