Skip to main content

Operasi

Ini pagi, itu jumat tanggal 17 February, ini lalu, dan ini saya baru bangun, terbangun dari tidur ku. Saya sangat bersyukur karena saya masih bisa melek, napas, dan bangun. Oh iya ini hari saya akan operasi, operasi kecil. Saya mandi, saya siap untuk pergi. Ngeeeeennnnggg, motor melaju keluar rumah, melewati pasar. Iya. Saya melihat banyak orang berjual beli disana. Di pasar.

Roda motor terus berputar, berhenti jika di rem dan di lampu merah. Kami mampir ke ibu2 yg menjual nasi uduk di samping stasiun, saya beli dua bungkus nasi uduk, untuk kami makan disana. Setelah itu jalan lagi. Sampai di RSCM. Mengantri. Menunggu. Mengoperasi. Ya saya terus menunggu seperti babi, seperti babi di kandang, menunggu untuk di sembelih, menyembelih daging babi haram.

Untung saja di RSCM ada suster yg cantik. Rambut se-leher, manis (manja), lucu, cantik. Aahhh pokok nya enak dipandang lah… pengen saya jadikan suster itu asisten rumah tangga di rumah saya, pacar juga boleh deh.



Lalu saya makan, lalu saya minum, lalu saya baca koran. Kira-kira 30 menit menunggu akhirnya kami masuk untuk sedikit ngobrol dengan dokter. Lihatlah aku, seperti seorang peserta ujian yg sangat pintar, tanpa menyontek saya bisa menjawab semua pertanyaan dokter tersebut. Kenapa? Kok bisa? Berapa lama? Sakit ga? Gatal ga? Mau jadi pacar saya ga? Dan lain lain. Akhirnya kami keluar untuk menunggu giliran di operasi. 

Kami terus mengobrol untuk menghabiskan waktu… 
“rul, liat deh, dokter yg itu kepala nya mirip bola ya?” kata kakakku, si Lisa.
“iyaa, mirip bola American Football, bola yg lonjong” kata saya 
“iyaaa, lonjong kayak bayi panda” sahut dia… (garing ya padahal)
itu adalah sedikit dialog antara saya dan kakak saya. “rul, dokternya lama banget sih. Ngapain dulu sih dia?” mengeluh dia.
“tau deh, tidur dulu kali”
“ah mana mungkin, paling dia mainin pala dokter yg lonjong itu, mau diteliti lebih lanjut mungkin” .
Ya Allah, sesungguhnya kami itu hanya bercanda, bercanda untuk menghilangkan rasa bosan, maafkan kami jika kami membuat Engkau marah.
“mba lisa liat deh, depan kita ada mba2 orang kaya, tapi pake kursi roda, kasian ya dia. Kita dorong aje apa nih? Dorong ke tangga!” 
“jangan Ruuull, lempar aja ke jendela!” 
*sarap!*

Kami terus ngobrol. Kami ngobrol terus. Ngobrol terus kami. Ngobrol kami terus. Terus ngobrol kami. Terus kami ngobrol. Putar putar terus seperti roda.
“ruuul, dokter nya lama banget siiih” itu kakakku yg ngomong, dia memang tidak sabaran, dan sombong, dan egois, dan belagu, dan emang banyak tau.
“sabar ajaaa, mba lisa, liat deh, itu emak emak krudungan nya mirip sarang tawon, gede banget” saya ajak ngobrol
“mana rul?”
“ituuu arah jam 10”
“oh iya, roger that, bomb has been planted. Bukan tau rul, itu sebenernya ada bayi di dalem krudung nya, tapi dia takut ketauan orang2”
“oh” *lalu dua menit kemudian kami menjadi gila!*

Ngobrol terus, tunggu terus. Dan itulah kira2 sedikit obrolan kami yg tidak bermakna, tapi setidaknya bisa mengurangi waktu menunggu.

Setelah nunggu kira-kira 30 menit akhirnya kami masuk ke ruang operasi. Saya lihat banyak dokter pakai baju berwarna hijau, liat tong sampah warnanya kuning, liat suster yang cantik tadi warnanya menjadi hitam putih semua, hanya suster itu yang berwarna di mata saya.

Kamu pernah operasi? Pernah tau rasanya seperti apa? Pernah melihat orang di operasi? Atau pernah melihat orang eeq di kali? Iiiih saya harap anda jangan merasakan semuanya. Karna semua nya sakit, dan yg liat eeq bisa membuat anda males makan berminggu-minggu.



Kalau ingin tau rasanya seperti apa operasi yg kecil ini? Rasanya seperti jari telunjuk anda di tusuk jarum sedalam 3cm untuk bius, setelah itu tidak merasakan apa2…
Irul: enak kan? Enak ya? Enak dong???

Palalo ijo berlendir… setelah selesai di operasi-nya lah yg paling sakit. Seperti ditusuk-tusuk jarum, lalu seperti digesek-gesek ke aspal pantura, lalu sepertiii apa namanya? Kamu tau lintah? NAH, seperti itu rasanya, jari kamu seperti di EMUTIN SINGA!!! Sakit komandan…!!!

Apakah sudah cukup? Saya rasa belum, karena setelah pulang kerumah dan seperti membawa singa di telunjuk saya, saya harus minum obat 2 macam. Tau selanjutnya? YAAA..!!! saya belum kasih tau, jadi kamu belum bisa jawab.

Selanjutnya setelah saya minum obat itu, yang terjadi adalah ASMA GUE KAMBUH!!! Iya saya punya asma. Dada seperti di injak badak Lampung, leher seperti di cekek drakula, hidung seperti ada bekicot yg nutupin lobang sehingga saya susah bernapas, dan narik napas susah sekali. Pokoknya kaya orang tua yg tinggal nunggu di jemput malaikat Izroil.

Kemudian saya dan kakak saya yg nomer 2, namanya Sitta pergi ke puskesmas untuk minta uap, maksudnya agar diberi oksigen. Bukan uap air, atau uap bara kereta. Dan saya sangat bersyukur Alhamdulillah saya bisa lancar napas lagi. Saya masih hidup dan masih bisa nge-post. Alhamdulillahirabbilallamin…

Gila..!!! capekan baca nya? Apalagi saya yg ngetik dan mikir. Ini udah closing. Tenang aja… jadiii inti dari cerita gue diatas adalah : “banyak-banyak lah bersyukur karna masih di beri kesehatan, percuma kamu kaya harta, tapi tidak SEHAT. kalau ga percaya silahkan ke RSCM ke poli bedah dan poli kulit, niscaya kamu akan banyak bersyukur, kecuali kalau kamu buta.”

My quote: “Apa yang paling penting di dunia ini? Harta? Tampan atau cantik? Kuat? Jabatan? Pasukan? Pintar? Salah. Yang paling penting ialah SEHAT. Tanpa sehat, kamu tidak akan mampu merasakan yg salah itu. Dan hanya Tuhan lah yang memberi kesehatan itu, tinggal bagaimana kita menjaganya”


Terimakasih :)



Oleh oleh

Comments