Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2015

Kukembalikan Padamu Di

Untuk: Di Guna Aku sudah menerima surat dari mu Di, aku tidak tahu bahwa kau sampai sebegitunya kepada ku. Mungkin ketika itu aku memang merasa ada yang aneh dari dirimu, tapi aku tidak mau terlalu berharap berlebihan. Di, kau harus juga merasakan seperti diriku. Kebingungan menebak perasaan seseorang yang bisa saja kau salah duga. Yang dapat mengakibatkan duka.

Sakitkah Gun?

Hai Gun, aku ingin bercerita tentang hari itu, hari dimana aku sangat menyesal sekali dan berharap seharusnya aku tidak bertemu dengan mu. Gun, kini kau sudah bersama yang lain, yang aku harap kau lebih bahagia ketimbang bersama ku. Mungkin untuk saat ini hanya itu yang aku inginkan. Berharap agar senyum dari mu tidak pernah hilang. Tapi ingat, bila sekali saja dia membuat mu menangis, akan ku buat ibunya menangis di pemakamannya. Biar aku sudah tidak menghubungi mu lagi, bukan berarti sayang ku ke kau telah lenyap. Enak saja! Kau pikir mudah menghilangkan rasa sayang dan cinta ku pada mu, hah? Aku tetap khawatir ketika kau sakit dan sendirian, dan aku tetap senang ketika kau tertawa dan bahagia, meski bukan bersama ku.

Hidup Adalah Penyesalan

Ini masih belum selesai. Ini melibatkan hati. Keinginan ku untuk tidak menjadi. Kalau aku ingin masuk Hindu, tapi teman2 nyuruh aku untuk menjadi Buddha, kenapa aku harus? Apakah itu benar? Sesuatu yang merupakan keinginan sebuah kelompok untuk menjadikan diri seseorang yang berbeda, apakah itu baik? Bukan kah Itu malah membuat kebohongan? Kalau begitu, aku akan menjadi seorang munafik? Karena selama setahun kedepan aku akan menjadi orang yang berbeda. Orang yang kalian kehendaki untuk menjadi. Apakah kalian mau dipimpin oleh seorang munafik?