Skip to main content

Suarah Pridi

Suarah Pridi

 14053
29 Sep 2014

1.
Cinta, mungkin irasional. Kegembiraan irasional. Tapi kamu adalah kamu, populer di kepalaku.
2.
Senang bertemu denganmu, untuk satu perasaan yang halus, yang bebas, yang mengalir semenjak itu, yang deras bersama darahku
3.
Malam ketika aku bersamamu, aku hanya punya keyakinan, bahwa memang, aku mencintaimu, dan itu serius.
4.
Mengatakannya dengan kagum di atas paru-paruku. Sebagai keinginan erotis yang paling berani. Menegaskan kembali kemerdekaanku sebagai manusia
5.
Itu adalah pernyataan yang sangat jelas. Aku tidak terbiasa dengan semua omong kosong.
6.
Sekarang, jika engkau sudah denganku, gunakan aku untuk kesempatan membuat bahagiamu.


7.
Dan, tetaplah denganku, sampai engkau terbiasa bersama semua hal yang berkaitan denganku
8.
Untuk membuat situasi yang menyedihkan menjadi mudah dihadapi
9.
Tetaplah denganku, bersama karakter diriku yang telah aku kembangkan dalam hidupku, untuk hubungan manusia yang saling menghargai
10.
Tetaplah denganku, diri aku yang sebenarnya dan kebiasaanku yang mendasar. Selalu ada untuk mendengar. Selalu ada untuk bisa menyenangkan
11.
Engkau datang kepadaku untuk segera mengenal apa-apa dariku yang tidak diketahui orang lain dan kamu setuju, mudah-mudahan kamu suka
12.
Mari kita ingat, saat kugenggam tanganmu, itu menjadi esensi dari gairah rindu tentang dirimu. Aku tahu rasanya!

13.
Mari kita ingat, saat kucium bibirmu, memainkan peranan besar dalam bagaimana engkau bisa aku rasakan bahkan ketika jauh
14.
Mari kita ingat, ketika menembus malam bersamamu, di kota sunyi itu, kau sedang mengubah hal-hal keras dalam hidupku ketika aku merengkuhmu
15.
Mari kita ingat, ketika kucium dua matamu, aku sedang terlibat dengan urusan yang sangat penting, kemudian aku tahu aku senang
16.
Kau adalah pelajaran tentang keindahan yang aku dapatkan malam itu, sebelum besok masing-masing akan sibuk
17.
Pelajaran bagaimana caranya aku mencapai kerinduan yang tak ada akhir sampai aku bertemu denganmu.

18.
Sekarang apa yang kudapat, tiba-tiba aku ingin jadi Tuhan, yang maha menentukan untuk membuatmu selalu bahagia
19.
Tapi aku ini manusia, yang bahkan kalah oleh kekuatan asmara, dari saat pertama kali aku mengenal dirimu
20.
Dan kenyataan apa yang engkau rasakan, ada pada yang aku yakini, mudah-mudahan benar kau suka, mudah-mudahan benar kau cinta
21.
Apa yang bisa kulakukan, Tuhan mendengar apa yang aku diamkan tentang dirimu, sampai tertidur dengan begitu senangnya malam ini
22.
Terimakasih untuk dirimu yang sudah bergabung dengan semua pikiranku


Pidi Baiq

di copy oleh Choirul Hidayanto di blognya pada 16-10-1995

Comments