Skip to main content

Peran Penguasa Media Massa


Foto: 1: diambil pada tanggal 12 Juni 2015
Objek dalam foto ini adalah tiga buah koran yang namanya sudah cukup terkenal di Indonesia, pendiri koran tersebut adalah P.K. Ojong dan Jakob Oetama, terbit sejak 28 Juni 1965 dan hingga kini tetap memberikan informasi dan berita-berita yang tersebar di seluruh Indonesia. Media massa berperan penting dalam memberikan berita terkini dan kebenaran yang diungkapkan, namun akan menjadi sia-sia fungsinya bila media massa telah dikuasai oleh orang-orang yang mengatur untuk menyembunyikan berita yang sebenarnya.

Pengertian pers menurut UUD No. 40 Tahun 1999 yang berbunyi bahwa pengertian pers adalah lembaga sosial atau wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi, mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak atau media elektronik, dan ­segala jenis saluran yang tersedia. Adapun fungsi pers secara umum adalah memberikan informasi, kontrol, hiburan, dan wawasan, kepada khalayak publik.
Dalam sebuah perusahaan media massa pasti memiliki pemimpin yang mengatur jalannya berita yang akan ditampilkan di medianya. Adapun para wartawan berusaha mencari berita yang terkini, menarik untuk dibaca, dan menambah informasi. Namun beberapa orang lebih memilih untuk membaca berita yang menarik dan kontroversial, bahkan tidak melihat dari kebenaran berita tersebut dan langsung memercayainya lalu menyebarkannya. Pada saat ini, penyebaran berita begitu cepat berjalan, didukung dengan adanya media sosial yang hampir semua orang menggunakannya dan internet yang sekarang semakin canggih dan cepat. Kemudahan inilah yang dimanfaatkan media untuk menyebarkan beritanya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bahwa berita-berita yang ditampilkan ke masyarakat sudah melalui editing dan persetujuan dari pemilik media tersebut. Maka dari itu, berita-berita yang diterbitkan sudah diatur terlebih dahulu, sehingga peran media sangat berpengaruh besar kepada masyarakat, terutama dalam memengaruhi pikiran masyarakat.
Kekuasaan dalam media massa begitu memiliki kontribusi nyata dalam pengaturan pola pikir masyarakat. Apabila “sang penguasa” memiliki media di tangannya, mudah sekali untuk membuat berita-berita yang menguntungkan bagi dirinya dan ataupun merugikan bagi lawannya. Pengaturan berita begitu wajar terjadi di Indonesia. Maka dari itu, sukar untuk mempercayai lagi peran pers bagi masyarakat, padahal pers seharusnya memberikan berita-berita atau informasi yang jujur dari dan untuk masyarakat, sehingga masyarakat tidak tertipu atau terbohongi oleh media dan bisa menjadi pendamping masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Media juga bisa menjadi wadah untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan yang sebenar-benarnya. Agar masyarakat tidak terjurumus dalam jurang kebodohan.
Sebagai contoh, di Indonesia ada dua stasiun televisi besar yang masing-masing dimiliki oleh politisi dengan dua partai berbeda. Sering kali stasiun televisi tersebut memberikan informasi yang berlainan. Terkadag satu stasiun televisi memberikan berita negatif tentang suatu hal, satu stasiun televisi lainnya memberikan berita positif tentang itu. Contoh lainnya adalah ketika dalam masa kampanye pemilihan presiden, stasiun televisi di kubu yang mendukung salah satu calon pasti akan memberikan pemberitaan atau citra baik bagi calon tersebut, sedangkan kubu yang tidak mendukungnya akan memberikan kekurangan darinya. Di sini, peran media begitu penting dalam memberikan citra kepada seseorang, siapa yang lebih kuat dalam berkuasa, dia lah yang akan mendapat citra lebih baik.
Terlihat bahwa peran penguasa dalam mengatur berita sangat aktif dan dominan. Bisa dikatakan bahwa setiap berita yang kita terima adalah hasil dari saringan para penguasa dan pemilik media. Lebih berbahaya lagi apabila para pemilik media dikuasai oleh yang lebih berkuasa, dan memiliki niat buruk dalam memengaruhi masyarakat. Dalam tatanan tersebut, bisa jadi ada yang mengatur lagi di atas penguasa media. Bahwa yang memiliki kekuasaan tertinggi juga bisa mengatur media, dan media juga bisa mengatur kekuasaan tertinggi.
Maka dari itu, mudah sekali ketika menjadi pemimpin untuk membuat pandangan atau pola pikir masyarakat berada dalam kendalinya, dalam mengatur dan mengarahkan masyarakat kearah yang diinginkannya. Dan kita sebagai masyarakat juga harus lebih baik dan teliti dalam memilih berita yang diterbitkan, harus lebih kritis dan agar melihat sesuatu dari sisi lainnya juga.


DAFTAR REFERENSI
http://www.artikelsiana.com/2015/01/pengertian-pers-fungsi-pers-peranan-pers.html

diakses pada hari minggu 30/10/2016 pukul 09:36

Comments