Skip to main content

Mengambil Belimbing

ada sebuah belimbing yang selalu memikat hatiku dan perasaanku untuk mencobanya. setiap sore ketika aku melihat buah itu, sungguh ingin sekali aku mencicipinya. sekadar mencoba saja. tapi bagaimana bisa aku mendapatkannya, pertama, aku tidak izin kepada pemiliknya, kedua kalaupun izin apakah akan diperbolehkan untuk mengambil belimbing tersebut? ketiga, kalau aku ambil secara paksa, apakah itu artinya aku mencuri. dan mencuri artinya tidak baik kan?

lebih baik kita tanyakan dulu kepada pemilik buah belimbing itu, apakah diperbolehkan atau tidak, apakah baginya itu sebuah masalah atau tidak.

tapi, bagaimana bila aku menginginkannya sekali? apa dipersilakan untuk mengambilnya langsung karena sang pemiliknya juga tidak mengiyakan dan tidak menolaknya. jadi, nantinya, bagaimana kah perasaan pemilik buah belimbing ketika  menyadari buahnya diambil. tapi harusnya sang pemilik juga bisa menolaknya bukan? lalu kenapa diam saja?

menurutku, belimbing yang dimilikinya berbeda sekali dengan belimbing lainnya. belimbingnya lebih gemuk dan tebal, berwarna cerah dan terlihat segar, dan ketika disinari matahari, belimbing itu merona menggoda untuk dicicip. dan aku pun tidak tahu, sebelumnya apakah ada orang lain yang pernah mengambil belimbingnya atau belum?

lalu, kenapa tidak aku obrolkan saja kepada pemiliknya bahwa aku ingin mengambil dan mencicipi belimbingnya? apakah aku terlalu takut untuk bertatapan dengannya, apakah aku hanya berani untuk sekadar memberi tanda seperti mengemis untuk mencicipinya tanpa adanya tindakan? apakah aku terlalu takut dengan jawaban yang akan aku terima? atau pikiran-pikiran apa yang ada di pemilik belimbing itu ke aku ketika aku sudah mengambilnya?

entahlah, yang jelas aku mencintai pemilik buah belimbing itu. sangat.

tapi apakah bila ketika aku mencoba belimbingnya, aku tetap mencintainya? aku tidak tahu, yang jelas pun kalau dia tidak memiliki buah belimbing itu, aku akan tetap mencintainya. aku mencintai segala pikiran dan perbuatannya. aku mencintai segala bentuk penerimaan masalah dunia terhadap dirinya.

jadi, apakah diperbolehkan olehnya? 

.
ch

Comments